Jendral ’Kaji’itu Seorang Panglima Perang
Tanggal 24 januari 1914 Soedirman dilahirkan.Ayahnya mandor pada sebuah pabrik gula di Purwakerto,daerah Karesidenan Banyumas. Sejak bayi,Soedirman diangka anak oleh Camat Rembang,Raden Tjokrosunaryo. Dan sejak kecil sudah biasa menghadiri berbagai pengajian yang digelar desanya. Ketika msih kanak-kanak, selepas Maghrib,bersama anak-anak lain nya Soedirman dengan membawa obor pergi ke surau u ntuk mengaji.saat itu soedirman bersekolah di lembaga yang dianggap liar oleh pemerintah kolonial Belanda sampai tahun 1934.
Soedirman mengawali karir sebagai guru agama .dia juga sering berkeliling untuk mengsi ceramah dan pengajian di ber bagai tempat, dari cilacap hingga banyumas.walau sibuk,namun Soedirman tetap aktif di organisasi pemuda muhammadiyah,hingga dipercaya menjabat wakil ketua pemuda muhammadiyah di karesidenan banyumas.
Karir militer diawali saat pengeboman cilacap oleh jepang pada 43 maret 1942. ketika PETA dibentuk, Soedirmanbergabung didalamnya.dia menjadi daidanco di daerah banyumas yang dikenalberani membela anak buahnya dari kesewenang-wenangan jepang. Soedirman punmengumpulkan pasukannya sendiri dan berhasil merebut kekuasaan dari tangan jepang tanpa prytumpahan darah.dari pasukannya Soedirmanmembentuk TKR (tntara keamanan reakyat) sebagai cikal bakal TNI sekarang, pada tanggal5 oktober 1945. Soedirman memimpin Resimen I/Divisi I TKR yang meliputi karesidenan banyumas.persenjatan pasukannya sangat lengkap disebabkan ia berhasil merebut gudang senjata jepang. Oleh Kastaf MBU TKR,letrnan Jendral urip Sumoharjo, Soedirman dianggkat menjdi komandan divisi V daerah banyumas.
Tak lama setelah menjabat,Soedirman ditugaskan memukul mundur pasukan pemanang Perang Dunia II,Inggris dan NICA, dari Banyubiru,Ambarawa, dimana terdapat orang Amerika yang ditawan Jepang.Menurut perjanjiannya,Inggris hanya mendaratkan pasukannya di Semarang.namun Inggris ingkar dan menusuk hingga Ambarawa.Terjadilah pertempuran laskar santri yang dipimpin para kiai dari berbagai pesanteren di Jawa Tengah,Soedirman behasil memukul mundur pasukan Inggris/NICA hingga Semarang.Hal inilah yang kemudian Soedirman dianggkat menjadi Panglima TKR.
Sebagai seorang Ustadz yang terpanggil untuk berjuang membebaskan dan mempertahankan kemerdekaan negerinya.Jendral Soedirman meyakini jika perjuangan ini merupakan jihad fi sabilillah, melawan kaum kafir.Sebab itu ,dalam situasi yang paling genting sekalipun, Soedirman tetap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.selain ibadah wajib,seperti solat lima waktu, Soedirman juga sering menunaikan qiyamul lail dan puasa sunah.Jendral Soedirman selalu menjaga ibadah-ibadahnya.Bahkan dalam keadaan yng sangat bahaya bagi jiwanya.Dalam gerilya di selatan Yogya dalam perang kemerdekaan, Soedirman yang dalam keadaaan sakit selalu menjaga sholatnya juga sholat malamnya.bahkan tak jarang dia berpuasa senin kamis.di setiap kampung yang disinggahinya,dia selalu mendirikan pengajian dan memberikan ceramah keagamaan kepada pasukannya.
Kabar keshalihan Soedirman ini sampai keseluruh penjuru Nusantara. Sebab itu,para pejuang aceh yang meyakini jika perang kemerdekaan merupakan jihad fi sabilillah,begitu mendengar panglimanya yang shalih itu sakit,mereka segera mengirim bantuan berupa 40 botol obat suntik streptomisin guna mengobati penyakit paru-paru beliau.
Penyakit TBC yang diderita,tidak menyusutkan langkah perjuangannya.sampai akhir usianya,38 tahun,panglima besar jendral Soedirman yang dicintai rakyat menghadap Sang Khaliq tanggal 29 januari 1950,tepat hari ahad.bangsa ini mencatat satu pejuang umat, yang lahir dari umat dan selalu berjalan untuk kepentingan umat.
Sebuah perjalanan yang penuh dengan keteladanan,baik untuk menjadi pelajaran dan contoh bagi kita semua,anak bangsa.perjalanan panjang seorang da’i pejuang yang tidak lgi memikirnya tentang dirinya melainkan,berbuat dan berkata hanya serta bangsa tercinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar