Anda Perokok Pasif? Perbanyak Konsumsi Vitamin C!
Anda seorang perokok? Atau selalu berada di antara para perokok? Kalau begitu, mulai saat ini Anda harus memperbanyak konsumsi vitamin C.
Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan paparan tembakau secara terus menerus atau mereka yang disebut sebagai perokok pasif.
Risiko yang diterima oleh para perokok pasif ternyata sungguh berat, yaitu; kerusakan sel yang memicu kanker atau penyakit pernapasan lainnya.
Baru-baru ini para peneliti Universitas Cambridge, Amerika Serikat menemukan bukti bahwa para perokok pasif yang mengonsumsi vitamin C setiap hari ternyata terlindungi dari kerusakan sel. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa vitamin, selain sebagai penjaga daya tahan tubuh, juga mampu meminimalkan risiko penyakit yang diakibatkan asap rokok. Para ahli yakin, manfaat vitamin C itu berasal dari kandungan antioksidannya.
Dr Marion Dietrich dan rekannya di Universitas California, Berkeley, yang melakukan penelitian itu, telah melibatkan 67 responden non-perokok. Mereka diminta tak mengonsumsi vitamin lain untuk beberapa minggu sebelum penelitian. Para responden itu pun tergolong orang yang tak terlalu suka mengonsumsi buah-buahan dan sayuran sebagai sumber dari vitamin C.
Responden penelitian ini dibagi atas tiga kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi Vitamin C 500 mg setiap hari selama dua bulan. Kelompok kedua, diberikan vitamin C, vitamin E, dan antioksidan alpha-lipoic acid. Sedangkan, kelompok ketiga meminum pil biasa (dummy pill). Semua kelompok diambil darahnya untuk dilakukan pengujian pada kandungan F2-isoprostanes. Kandungan tersebut diuji untuk mengukur stres oksidatif atau kerusakan sel.
Ternyata, peneliti itu menemukan kandungan F2-isprostanes merosot sampai 11 persen pada kelompok yang mengonsumsi vitamin C dibanding dengan pil biasa. Sedangkan mereka yang mengkonsumsi vitamin C dan dikombinasikan dengan vitamin lainnya memperlihatkan penurunan kandungan F2-isoprostanesI sebesar 12 persen. ''Terlihat dari pengujian itu bahwa vitamin C membantu melindungi orang yang tak merokok dari kerusakan oksidatif yang disebabkan perokok pasif,'' ujar Dr Marion
Karenanya, sangat disarankan agar para perokok dan perokok pasif mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. ''Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa orang yang sering memakan buah-buahan dan sayuran itu lebih minim terserang kanker," ujar Dr Marion.
Vitamin C dan Wanita Hamil Perokok
Mengkonsumsi vitamin C selama masa kehamilan akan sangat membantu para ibu yang memiliki kebiasaan merokok saat mengandung. Temuan tim dari 'the Oregon Healt & Science University' juga menyarankan agar para ibu perokok sebaiknya menghentikan kebiasaannya itu saat hamil.
Hasil penelitian tim pimpinan Dr Elliot Spindel ini membuktikan bahwa Vitamin C mampu menghadang efek negatif akibat aktifitas merokok yang dilakukan oleh sang ibu hamil. Dalam dosis yang tinggi, vitamin C mampu melindungi kerusakan yang ditimbulkan oleh `nicotine` yang dihasilkan dari rokok.
Hasil penelitian tim pimpinan Dr Elliot ini dipublikasikan melalui `the American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine`. Selama percobaannya kepada binatang Dr Eliot Spindel melihat hubungan nicotin dengan aliran udara pada paru-paru.
Sementara kepada kera, tim peneliti memberikan vitamin C kepada ibu kera hamil dan bayi kera itu memiliki aliran udara paru-paru yang normal. Sukses di penelitian pada binatang membuat tim ahli merasa yakin bahwa penemuan mereka bisa mencapai sukses serupa jika diaplikasikan kepada manusia.
Meski demikian Dr Michael Gravet yang menjadi asisten penelitian ini tetap memberikan saran sebaiknya seorang ibu hamil harus berhenti merokok demi keselamatan sang bayi.
Konsumsi hanya Vitamin C Organik dari Ceri Acerola untuk hasil maksimal:
Click: http://www.facebook.com/note.php?note_id=183004178956
LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar