Di seminar-seminar, saya sering menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk pamrih. Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari kenikmatan (pleasure) dan menghindar dari kesengsaraan (pain). Yang Maha Kuasa tahu persis soal ini. Bukankah Dia yang mengajarkan ini, dengan adanya pahala dan surga, surga dan neraka?
Lebih lanjut, Dia menjanjikan balasan khusus kepada mereka yang bersedekah, yakni balasan 2 kali lipat, 10 kali lipat, atau 700 kali lipat. Kalau tidak boleh pamrih, lha, buat apa Dia menuliskan balasan ini di kitab suci? Buat apa? Jadi, boleh pamrih? Ya, boleh! Asalkan pamrihnya kepada Dia. Bukan kepada sesama. Dan memang kita disuruh untuk pamrih, berharap, dan meminta kepada-Nya. Bahkan meminta kepada-Nya itu dicatat sebagai ibadah. Dia malah murka kepada mereka yang tidak mau meminta kepada-Nya.
Lagi pula, kalau tidak boleh meminta kepada Dia, lantas kita mau meminta kepada siapa lagi? Dukun? Mana boleh! (Hanya dua jenis dukun yang boleh didatangi, yaitu dukun beranak dan Deddy Dukun. Hehehe!)
Terus, sedekah sama siapa?
- kerabat yang kekurangan (ini yang lebih diutamakan)
- panti asuhan
- fakir miskin
- rumah ibadah
“Lha, mau sedekah sama orang miskin? Ntar mereka malah tambah malas!”
“Sedekah sama institusi? Ntar malah disalahgunakan!”
Begini. Mereka yang menanam keburukan akan menuai keburukan. Dan mereka yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan. Tidak perlu risau! Tetaplah berusaha untuk bersedekah TEPAT SASARAN. Namun demikian, sekalipun sedekah Anda tidak tepat sasaran, balasan dari-Nya untuk Anda pastilah TEPAT SASARAN. Tidak mungkin meleset! Right?
So, keep on giving!
Ippho Santosa
Penulis Buku Bestseller “Muhammad Sebagai Pedagang:
Akhirnya Terbongkar Juga Pelajaran-Pelajaran Tersembunyi
Dari Sang Nabi Tentang Otak Kanan, Entrepreneurship & Kekayaan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar